
Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu Di setiap langkah-langkahmu
Chorus: Kau bawa diriku Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut Dengan sejuta warna
This used to be my soundtrack with someone...
Tapi sekarang, apakah rasa itu masih ada?
Atau lebih tepatnya, SAH kah, rasa itu lahir? Manusia seringkali tertipu dengan perasaan sementara yang datangnya dari setan. Kadangkala kita merasa tidak puas atas apa yang sudah kita dapat, kita miliki dan kita raih.
Bodohnya diriku, aku menyesalkan hal yang terjadi padaku itu. Aku memiliki seseorang yang akan menyerahkan nyawanya hanya untukku. hanya untuk diriku. Tapi lihatlah aku, berdiri memandang lautan lepas, seakan tidak mau terikat dan terbang bebas.I'm a flying man...
Aku butuh dirinya, dan bukan orang yang sudah menemani malam-malam sepiku dengan sms atau telepon.
Aku butuh diriNya, yang mengorbankan semua yang ia punya untukku, walaupun aku tak lagi layak untuknya. Sungguh berkah yang mulia untukNya, terimakasih TUHAN, kau pertemukan aku dengan manusia yang baik hati, baik budi, baik tutur kata, baik perilaku...
Maafkan aku yang telah menjadi pendosa, diamatamu. Mengkhianati cintamu. Memadu kasihmu dengan orang lain. Setelah kubercermin, kulihat wajahku yang kelam... dan kuberlutut, memohon...
BERIKAN AKU SATU KESEMPATAN, UNTUK MENCINTAIMU SEPENUHNYA.
Bukan dirimu yang 'minta satu kesempatan' kepadaku, melainkan AKU.
Masihkah, 11 Januari akan menjadi soundtrack-ku?

0 comments:
Post a Comment