Dari balik jeruji terali jendela kamarku
Angin berhembus membuat gordenku bergerak-gerak mengikutinya (sang Bayu)
Tetes-tetes embun langit yang turun
Sekiranya menyejukkan hatiku
Dengan diiringi alunan ketukan lembut namun memberi arti kehidupan (hujan)
Tiada kilat lalu lalang
Hanya awan yang agak kelabu menggantung
Terpana aku oleh bulan dan bintang (atap masjid)
Kupandang saja dari kejauhan
Namun terasa dekat
Entah dimana aku merasakan dekatNya
O Town, Shifter dan Tofu
Mengalir dari kotak hitam ajaibku
Kotak itu bisa mengeluarkan suara (radio)
Bertalu-talu, bersambut-sambut
Seakan tidak mau kalah dengan suara hujan (tak..tok..tek..tok..tak..)
Padi tidak mau kalah menambahkan syahdunya senja ini dengan
“Kasih Tak Sampai” (lagu)
Diantara barang-barangku yang berserakan
Dengan diterangi lampu neon entah berapa watt (karena tidak cukup terang)
Kutulis berbaris-baris kata
Apakah diantaranya terdapat penyesalanku?
Entah, aku sendiri tak tahu
Apakah diantaranya terdapat rasa rinduku?
Ya… Yang ini aku sudah tau dengan sangat pasti (karena t’lah dirasakan)
Because I’m Not a Silent Man
- Dream Theater -
LaBrie dengan suara nyaring dan jernihnya
Myung dengan cabikannya
Petruci dengan desingannya
Portnoy dengan hantamannya
Serasa meluluh lantakkan sisi batinku yang pilu dan terluka
Dan aku perih tal terpera
Lagi-lagi
Menatap bulan dan bintang!!

0 comments:
Post a Comment