Love Lesson : Cintaku Hanya Untukmu, The One and Only (part.2)
2nd Story : Uda Faisal dan Dindo DeswitaIni bukan tentang suami-suami takut istri loh ya… Masih dihari yang sama gw ketemuan sama Mulan dan Riam, sorean dikit gw ada janji ketemu sama Uda Faisal. Jujur, ada sedikit “
accidently thing”
between me and him, yang tiba2 entah dengan kesadaran tinggi dari mana, membuat Uda Faisal merasa harus membuat klarifikasi tapi tanpa mengundang wartawan pers tentang kejadian yang gw alami sama dia (*kejadiannya apa, ada deh… Mau tau aja sih lo?).
Dalam pertemuan yang dari awal kira2 gw udah tau pointnya tentang apa, gw diharuskan mendengarkan kisah dia, mulai dari dia lahir sampai 21 tahun kemudian. Cerita gw persingkat sampe dia masuk SMA aja yah, ng…
actually lebih tepatnya sih, pesantren…
Karena kebandelan Uda Faisal membuat dia dipaksa harus mau masuk pesantren. Dia berjanji demi Mamanya yang ia sayang, ia janji untuk nggak nakal lagi dan ia berjanji bakal belajar agama dengan sungguh2. Selama di pesantren, banyak santriwati yang suka banget sama uda Faisal. Yah emang sih, ada aura2 gimana gitu yang bikin cewek seneng ngeliat dia. Mulai dari yang seangkatan sampe kakak senior. Tapi setelah 3-4 bulan dia belajar serius, akhirnya kecantol juga sama seorang santriwati yang bernama Kiki. Jalan sama Kiki secara sembunyi2, surat2an (*maklum, ketauan pacaran antar santri bisa dapet sanksi yang berat), sampai entah gimana gw agak lupa ceritanya, Kiki ini melarikan diri dari pesantren dan meninggalkan Uda Faisal karena rasa cintanya yang terlalu besar namun tak terbendung. Laiknya di sinetron, waktu kabur, Uda Faisal juga ikut keluar pesantren dan berusaha mencari Kiki di terminal2 bus. 3 jam Uda Faisal muter2 dalam terminal sampai ia melihat bus jurusan Medan yang didalamnya membawa Kiki. Ia meminta Kiki untuk turun.
Mereka ngobrol dari hati ke hati selama 1 jam, mengungkapkan apa yang menjadi ganjalan Kiki. Tapi hari itu, Kiki tetap pulang ke Medan, dan baru kembali ke pesantren 3 hari berikutnya. Demi menjaga perasaan Kiki, Uda Faisal berjanji akan menjaga Kiki dan memenuhi semua keinginannya. Demi niatnya itu, sering sekali Uda Faisal melarikan diri dari pesantren dan ke pasar cuma untuk membelikan makanan kesukaan Kiki. Namun apa yang terjadi beberapa waktu kemudian, Kiki ternyata tetap tidak bisa merelakan perasaannya. Perasaan yang terlalu mencintai terhadap Uda Faisal. Dan setelah itu, berlalu begitu saja…
Seiring waktu, Uda Faisal tetep punya fans2 baik senior maupun junior di pesantrennya. Sampai ia ditanya oleh seorang kakak senior, “Faisal, sebenernya punya nggak sih, santriwati yang disukain?” Mulanya Uda Faisal nggak berani ngomong, tapi karena dipaksa2, akhirnya, dia cerita juga. “Ada, tapi nggak tau apa dia seangkatan, junior, ato senior.” Tak lama setelah Uda Faisal berbicara, gadis manis yang ia maksud lewat. “Nah, itu kak, orangnya!” Sang Senior melihat ke arah yang ditunjuk, “Yah, kalo dia sih, siapa yang nggak suka? Sepesantren kali suka semua sama dia!” Uda Faisal kaget dengan jawaban itu, “Masa sih, Kak?” Sang Senior mendelik ke arahnya, “Makanya jangan suka sok cuek dan sok kegantengan. Namanya Deswita.”
Sejak saat itu nama Deswita berada dalam bayang2 Uda Faisal dan ia meminta beberapa teman santriwatinya untuk membantu ia berkenalan dengan Deswita (*sepintas gw jadi inget film Ayat2 Cinta yang kalo nembak pake surat2an). Uda Faisal yang merasa ganteng ini, dengan pede memberikan surat yang isinya menyatakan cinta terhadap Dindo Deswita. Tapi apa yang diharapkannya, tidak terjadi. Deswita bilang, ia belum bisa menerima cinta Uda Faisal. Tak patah semangat, dia terus berusaha mendekati Deswita selama di pesantren. Walau Deswita nggak pernah bener2 ngungkapin perasaannya, tapi setiap tahun Uda Faisal mendapatkan hadiah di hari ulang tahunnya.
Sampai pada suatu hari karena kuliah, mengharuskan Uda Faisal berangkat ke tanah Jawa dan meninggalkan Dindo Deswita. Hari itu, hari keberangkatan pertama kali, bandara terasa sesak dan cewek2 Uda Faisal telepon, bilang bahwa mereka ingin ikut mengantarkan, tapi Uda Faisal menolak, bahkan marah2 terhadap cewek2 itu. Cuma seorang yang ia inginkan disitu, Dindo Deswita. Uda Faisal meminta tolong seorang sahabatnya untuk menjemput Dindo Deswita yang jarak rumahnya dengan bandara saja sekitar 3 jam. Tapi sesampainya sang sahabat disana, ternyata Deswita tidak bisa pergi, ia sedang sakit. Uda Faisal menelan ludah dengan berat.
Cerita nggak berakhir sampai disini, walopun Uda Faisal datang ke lingkungan baru dan ketemu orang2 yang seranah Minang dengan dia di Semarang, dan lagi2 banyak yang suka sama dia, tapi dia memilih untuk menjaga cintanya terhadap Dindo Deswita, ia yakin, Dindo Deswita adalah tercipta untuknya.
Sampai suatu saat yang entah semalem Uda Faisal bermimpi apa, ia menelepon Dindo Deswita. Ada rasa rindu yang menjalar dalam pembicaraan mereka. Dindo Deswita mengakui bahwa semenjak kepergian Uda Faisal ia sering merasa sedih dan menangis sendiri di kamar, dan kala itu pula terbuka tabir mengapa Dindo Deswita tidak bisa menerima cinta Uda Faisal sewaktu di pesantren. Sebenernya, Dindo Deswita mempunyai perasaan lebih, tapi Kiki adalah teman baiknya. Dindo Deswita tidak mungkin mengkhianati sahabat terdekatnya dengan mengatakan bahwa ia mennyukai pria yang sama. Terlebih lagi Dindo Deswita tau, Kiki sempat ingin bunuh diri karena rasa cintanya terhadap Uda Faisal (*aneh ya, kok malah pengen bunuh diri. Cinta memang luar biasa mematikan). Nah, akhirnya setelah mengetahui alasannya, Uda Faisal berkata, “Untuk pertama dan terakhir kali, ijinkan aku mengatakannya padamu, bahwa aku sayang kamu.” Dindo Deswita hening sejenak di ujung telepon sana. Tak lama kemudian, “Aku juga sayang sama Uda.” KLIK. Telepon terputus. Uda Faisal tidak percaya apa yang ia dengar barusan. Ia serasa mau pingsan, mau terbang ke angkasa,
fly bukan gara2 heroin, tapi karena
FINALLY!!!! Dan keesokan paginya Dindo Deswita meng-sms dan bertanya sudah makan belum, hari ini mau kemana aja, dll. Ya, mereka resmi berpacaran.
Singkat cerita, 1 tahun 4 bulan mereka pacaran selalu baik2 saja, ke2 belah orang tua setuju, tapi ada yang mengganjal perasaan saudara2 Uda Faisal. Mereka tau betapa tinggi rasa cinta Uda Faisal terhadap Dindo Deswita, dan mereka membuat skenario untuk menggoda Uda Faisal. Namun apapun yang terjadi diantara mereka, tidak ada yang bisa mengalahkan cinta mereka. Walaupun Dindo Deswita banyak disukain cowok, Uda Faisal banyak dideketin cewek, tapi mereka banar2 yakin bahwa mereka hadir dan dipertemukan di dunia memang karena begitulah takdirnya. Uda Faisal bahkan tidak pernah “menyentuh” Dindo Deswita sedikitpun karena menjaga cintanya. Tindakan teromantis yang pernah mereka lakukan adalah berdiri dalam hujan dan saling bergenggaman tangan, mereka berikrar bahwa hanya tangan ini lah yang akan menggenggam tanganmu selamanya.
Gila banget emang, gw ngedengerin cerita ini dari jam 4 kurang sampe ½ 8-8 malem. 4,5 jam gw mendengar kisah suci mereka (*ditemenin secangkir Hot Lemon Tea yang udah abis dari jam 6 kurang). Dan sebentar lagi bakalan ada reuni akbar pesantren mereka, dimana setelah sekian tahun nggak ketemu, maka kali ini akan dipertemukan kembali, Dindo Deswita – Uda Faisal – Kiki, kita lihat apa tanggapan Kiki nanti. Gw terharu mampus atas cinta suci Uda Faisal dan Dindo Deswita, dan seakan2 satu sama lain berkata “Kau Tercipta Untukku”. Semoga kalian awet dan langgeng deh…
Nb : sorry, Da, aku udah liat foto “belahan hati”mu.. (*ato belahan jiwa yah? Lupa..) diem2 di hape Uda. Memang Dindo Deswita rancak bana, cantik banget. Wajar kalo sampe ada ustadz yang juga suka sama dia. Cantiiiikkkk banget….
Love is finding our soulmate and how we keep this pure love for the one we loved…