Friday, April 15, 2011

Lenka: Arena Futsal

"Hei Bang, mainnya jangan kasar lah," hardik Myung berusaha mengingatkan lawannya.

"Kawan kau itu yang busuk!" bentak si lawan gusar seraya melangkah maju sudah menyiapkan kepalannya.

"Hei, sabar-sabar Bang," masih bujuk Myung.

Lenka sudah tidak tau apa yang terjadi berikutnya, namun tiba-tiba saja arena futsal sudah berubah menjadi arena tinju.

Ia melihat tim Myung yang berkaos kuning saling mendorong dan mencengkeram kerah kaos lawan. Beberapa yang lain sudah terlihat saling mengadu kepalan tangan.

"Myung!!" sontak Lenka berteriak.

Myung menengok sekilas ke arah Lenka sampai ia tidak sadar ada bogem mentah yang meluncur menghantam wajahnya.

Lenka bergidik ngeri. Darah segar langsung mengucur dari dahi Myung. "Myung!!" jeritnya lagi.

Lenka bergegas memasuki lapangan futsal dan mendorong orang yang menonjok Myung. Myung jatuh terkulai. Lenka dengan sigap mengeluarkan slayer-nya dan segera menutup luka Myung.

Ia memangku kepala Myung dan membiarkan bajunya terbasahi noda darah.

"Myung! Myung!" panggil Lenka sambil menepuk pipi Myung perlahan.

"Myung bangun.. Kamu ngga apa-apa kan?" raut wajahnya mulai panik karena Myung hanya terdiam.

Teman-teman satu tim Myung yang semula masih sibuk berkelahi akhirnya berhenti karena melihat rekan mereka yang terjatuh.

Lenka tak kuasa meluapkan amarahnya. "Memang dasar orang goblok!! Ini tanding futsal!! Bukan tinju! Bukan tawuran!"

Lenka masih terus berusaha membangunkan Myung dengan menggoyang pelan tubuh Myung.

Myung mulai membuka matanya, "Lenka....," ucapnya lirih.

Myung tak sadar, ia menggenggam tangan Lenka dengan erat.

***

0 comments:

Cute Blue Flying ButterflyLight Blue PointerVanisher