Monday, August 22, 2011

Unrequited Love, Unconditionally Love

Sebagian orang bisa bilang, bahwa cinta bertepuk sebelah tangan dan cinta tanpa syarat itu adalah bentuk kebodohan yang paling mendasar dalam diri seorang manusia.

Sudah tau ngga ditanggepin, sudah tau dia-nya tidak tertarik, tapi kita tetep aja mempertahankan apa yang kita yakini itu dengan segala daya upaya dan tetesan air mata serta berpiring-piring makan ati.

Sebenernya antara bodoh atau bodoh banget? Hal ini pernah menjadi topik bahasan dengan seorang sahabat yang mengalami hal yang sama. Between stupid or very stupid.

We're crying together. We laugh at our stupidity together. Bitter.

Cerita ini dimulai sekitar 5-6 bulan yang lalu, ketika gw mulai kenal seorang pria, yang notabene, sebenernya bukan dia yang mau dijodohin sama gw.
Pertama kali ketemu, gw bahkan ngga ngobrol sama sekali. Setelah pertemuan kedua dan tukeran nomor handphone, barulah komunikasi kami mulai lancar.

Singkat cerita, kita nge-date untuk yang pertama kali. Untuk orang yang sudah sama-sama dewasa, kayanya 1st date ngga perlu kebanyakan basa-basi ngga penting. Banyak obrolan kami yang sifatnya prinsip, dewasa, masa depan, pasti.

After one date to another, rasa-rasanya kami berdua saling jatuh cinta. Setidaknya itu yang gw rasakan. Walaupun dari awal gw sudah tau ada perbedaan budaya dan prinsip diantara kami, tapi gw tepiskan itu semua.

1-2-3 bulan semua dijalanin dengan sangat menyenangkan. Seperti pasangan yang sedang kasmaran pada umumnya, rasanya waktu 24 jam itu kurang bagi kami. Gw adalah pribadi yang keras dan susah untuk dimengerti. Sementara dia, pribadi yang cenderung kalem dan slow, tapi tau saatnya untuk keras.

Baru sekali ini gw menjalani "hubungan" dengan seseorang yang membuat gw "bertekuk lutut" dan menghormati serta segan terhadap dia.

Pernah sekali waktu, gw ngambek dan ngeloyor pergi dari hadapan dia. Dengan harapan, dia akan ngejar gw. Ternyata apa?? Gw salah. Gw pergi ya diapun pergi, melenggang kangkung. Saat itu, gw sakit hati. Ngga pernah ada yang kaya gitu sama gw sebelumnya.

Ketika sampe parkiran kendaraan, gengsi gw naik, tapi juga gw masih pengen bareng sama dia. Endingnya? Guess what, gw nelpon dia dan nanya dia dimana. Alhasil, gw susul dia dengan jalan kaki.

Sampe tempat makan warung pinggiran, dia nawarin gw makan dan minum. Tapi gw tetep diem dan nggeleng. Dia nanya, gw diem. Sampe akhirnya gara-gara iklan sebuah provider yang kocak bikin gw mengembangkan senyum gw. Dia cuma ngelirik sepintas ke gw yang lagi ketawa. "Gitu dong ketawa," jawab dia sambil senyum.

Setelah beberapa saat, akhirnya gw ngomong sama dia panjang lebar, kenapa sih gw ngambek. Dia cuma diem sambil makan makanannya. Setelah bibir gw yang cerewet ini berhenti ngoceh, dia cuma jawab "udah marahnya?"

Hrrggghh!!! Pengen marah lagi deh, tapi ngga bisa. Ngeliat wajah dia yang tenang, gw udah ngga sanggup pengen marah-marah lagi. Toh, gw juga udah nuangin apa yang jadi ganjelan dalam hati gw. Somehow, after breaking the ice, kita bisa ketawa-ketawa lagi.

The point is, whenever I feel so restless, I can count on him. He always makes me happy and smile. His calm eyes, calms me down even better.

If you say, there is NO REASON in loving someone and when you have one of it, means you're not truly in love with that person.

Whatever, but as in written testimonial, I need, to mention the reasons why I love this guy very much.

Dia adalah orang yang jujur. Sejauh ini gw selalu percaya dengan kata-kata dia. Dia selalu pegang janji-nya walaupun kadang janji itu terlambat ditepati tapi gw sangat menghargai bahwa pada akhirnya ia TETAP memenuhi janjinya.
Kemudian, satu yang --setidaknya sampai tulisan ini diturunkan-- ada yang bisa menggantikan bagaimana cara dia menghormati gw sebagai perempuan.

Itu adalah stabilo! Bold, tebel. Pake huruf kapital kalo perlu. Dia menghargai dan menghormati gw sebagai perempuan. Ketika bumi ini penuh --maaf-- pria-pria yang tidak jelas dan tidak tanggung jawab, I foun him. It looks like I found jewelry!

Sampai seperti itu gw menghormati dia.

Tapi kedudukan gw ngga aman dengannya. Gw bukanlah pacarnya secara de jure. Ngga pernah ada komitmen yang mengikat kami berdua. Gw, sedih. Banget.
Terlebih, dengan jujur dia mengakui bahwa dia adalah orang yang bosenan.

Okay, crap! That's a shocking truth.

I try to develop our love. But I cannot force him. I suceed on developing my own feeling while he's lost his feeling on me little by little.

It's been 5-6 months from our veiled relationship. I thought I was so much better and luckier comparing to my best friend, who has the exact situation like I did.
But hell yeah, no. Big NO NO.

Gw percaya Tuhan mengutus dia untuk memperbaiki diri gw, dan orang itu berhasil. Dalam waktu yang sebentar dia bisa mengubah gw, untuk setidaknya beberapa persen menjadi lebih baik. Kenapa sih gw ngga bisa ngelepasin dia?

Akhirnya gw sadar dan tau jawabannya. Karena dia sangat mengingatkan gw akan figur bokap gw. Gw mau ngamuk dan ngambek kaya apapun sama bokap gw, tapi dia selalu tenang berada disisi gw. Selama ini bokap gw adalah orang yang menjujung tinggi kata-kata, janji dan sikapnya.

I am very proud of it. Begitupula dia, yang selalu bisa nenangin gw, bagaimanapun kondisi gw.

I'm floating now. You may say I'm stupid or very stupid. It's your choice. I still try to gain my own belief that there's a love remains there.

It seems like he doesn't that care anymore to me. While me, still in the same way of think.

Spread the love everywhere. He's irreplaceable. I wanted no one other than him. Perhaps you will say that I'm so naive. Indeed, I do.

Ngga akan ada orang yang tau, apakah seseorang itu jodohnya atau bukan sampai akhirnya mereka mati. "Jodoh" itu tidak selalu satu. Bisa dua atau tiga. Memang manusia boleh berusaha dan berdoa, Tuhan yang menentukan.

Always been. Layaknya kotak Pandora. Pandora dalam mitologi Yunani yang diciptakan oleh para Dewa untuk menjebak seorang Titan, dititipi sebuah kotak. Pesannya hanya satu. Jangan pernah membuka kotak tersebut. Tapi rasa ingin tahu Pandora mengalahkan semuanya, hingga akhirnya dibukalah kotak tersebut. Setelah ia buka, muncullah segala sesuatu yang buruk. Penyakit, kesedihan dan keputusasaan pun keluar dan muncul dimuka bumi.

Namun ada sesuatu yang tertinggal didalamnya. Sebuah benda yang sangat kecil. Bernama "harapan" atau "hope".

Sekarang ini gw menjalani semuanya dengan ikhlas dan tulus hati. Tuhan tau bagaimana gw dan isi hati gw. Jujur, gw sangat ingin diberikan kesempatan untuk bersamanya entah kapan dan selamanya. Tapi kalaupun tidak, gw yakin bahwa gw ngga akan pernah menyesal melakukan hal yang memang sudah sepantasnya dan selayaknya gw lakukan.

Gw yakin, dia juga akan merasakan, apa itu cinta tanpa syarat. One day, he'll appreciate for what I've done now.

"Sometimes there's a time you must say goodbye. Though it hurts you must learn to try. I know I've got to let you go. But I know anywhere you go. You'll never be far. Here in my heart. That's where you'll be. You'll be with me. Here in my heart. No distance can keep us apart. Long as youu're here in my heart."
Scorpions - Here in My Heart

0 comments:

Cute Blue Flying ButterflyLight Blue PointerVanisher