Thursday, January 26, 2012

Pantry #3

Demi kemaslahatan bersama semua yang ada disini akan diceritakan dengan nama samaran yah :)

Sejak kejadian mug waktu itu, Maya lebih sering manyun kalau kebeneran nggak sengaja ketemu Rahman di pantry atau kalau kebeneran ia berpapasan ketika Rahman keluar dari ruangannya.

Tapi entah apa yang menjadikan malam ini menjadi malam yang berbeda dalam seumur hidup Maya.

Hujan baru saja mengguyur Jakarta dengan derasnya. Jalanan becek, ngga ada ojek. Sudah jam 10 malam. Maya berharap masih ada kendaraan umum yang akan membawanya pulang ke rumah.

Ia berjalan pelan-pelan. Ia tidak menyadari ada sosok yang memandangnya dari jauh. Sosok tersebut menstater motornya, mendekati Maya.

Pasti lo mikir Maya akan dijambret kan? Ah, sotoy sih. Bukan...!! Bukan mau dijambret kok.

Motor itu mensejajarkan posisinya dengan Maya. Maya tersentak dari lamunannya.

"Naik," kata pengendara motor itu dengan ketus.

Maya diam tak bergeming. Ia malah mengernyitkan dahinya.

"Eh, malah mlongo bengong! Ayo naik!" ulang si pengendara motor dengan nada lebih galak. Ia membuka kaca helm INK-nya.

Barulah Maya tersadar siapa sosok galak tersebut. Walaupun masih belom hilang dari rasa shock-nya, ia mematuhi perintah si pengemudi motor.

Si pengemudi memberikan helm yang lain ke Maya. Ia pun membuka jaketnya dan menyodorkan jaketnya ke Maya.

Dalam diam mereka berdua melaju dalam gelapnya malam yang dingin. Sampai.....

BLARRR!!! Hujan turun lagi dengan derasnya di setengah sisa perjalanan mereka.

Si pengemudi tidak membawa jas hujan. Terpaksalah mereka berteduh. Rahman mengeluarkan sekotak rokoknya dan menyulutnya.

***

0 comments:

Cute Blue Flying ButterflyLight Blue PointerVanisher