Monday, February 13, 2012

Apocalyptica, cellist guys play rocks!

Left to right: Pertu, Miko, Paavo. Front: Eicca
Selama ini kita selalu mengasosiasikan alat musik cello sebagai bagian dari musik klasik. Bagaimana bila cello dimainkan dengan penuh kekhusukan pada musik rock?
Tidak banyak orang yang pernah mendengar nama band rock asal Skandinavia ini. Apocalyptica pertama kali berdiri pada tahun 1993 di Helsinki, Finlandia yang beranggotakan Eicca Toppinen, Paavo Lötjönen, Max Lilja dan Antero Manninen di awal kemunculannya. Keempatnya merupakan lulusan sekolah musik Sibelius Academy yang terkenal di negara asal mereka. Album pertama mereka dirilis pada tahun 1996 dengan titel Plays Metallica by Four Cellos, dimana mereka meng-cover ulang lagu-lagu milik Metallica. Kemudian pada tahun 1998, Apocalyptica merilis album studio kedua mereka yang diberi titel Inquisition Symphony, dimana mereka sekali lagi melakukan cover ulang lagu-lagu Metallica, dengan ditambahkan beberapa lagu milik Faith No More, Sepultura dan Pantera  serta 3 lagu ciptaan Eicca Toppinen.
Dengan membawa jenis musik yang unik dan ciri khas yang menarik, membuat Apocalyptica cepat mendapatkan tempat di hati pendengarnya di wilayah negara-negara Skandinavia umumnya dan Finlandia khususnya. Namun pada tahun 1999 Antero Manninen memutuskan untuk hengkang dari grup dan posisinya digantikan oleh Perttu Kivilaakso yang sebenarnya sudah ikut membantu Apocalyptica sejak tahun 1995.  Album ketiga mereka yang rilis pada tahun 2000 diberi judul Cult, menghadirkan 10 lagu original ciptaan mereka dan 3 buah lagu cover ulang. Pada tahun 2002 Max Lilja memutuskan untuk mundur dari Apocalyptica dan bergabung dengan band Havein.
Album studio keempat mereka, Reflections rilis pada tahun 2003. Album ini merupakan album pertama yang secara keseluruhan lagu-lagunya merupakan orisinil ciptaan Apocalyptica. Unsur yang dibawakan lebih banyak eksperimen suara dan bukannya berbentuk akustik seperti dalam album-album sebelumnya. Dalam album Reflections, terdapat 5 tracks yang dibantu Dave Lombardo, drummer untuk band Slayer dan sebagian yang lain diisi oleh Sami Kuoppamäki. Namun ketidakmungkinan Lombardo untuk bergabung secara permanen dalam Apocalyptica, maka mereka memakai Mikko Sirén dalam setiap tur-nya dan pada akhirnya bergabung secara resmi dengan Apocalyptica setelah melakukan lebih dari 200 pertunjukan di tahun 2005.
Album self-titled Apocalyptica merupakan album studio kelima mereka dengan memberikan warna yang lebih bervariasi yaitu dengan mengajak beberapa vokalis ternama untuk membantu mengisi vokal dalam lagu-lagu mereka. Sebut saja Ville Valo dari HIM dan Lauri Ylönen yang sudah lebih dulu melejit dengan band The Rasmus-nya dan sekali lagi berkolaborasi dengan Dave Lombardo. Selang 2 tahun kemudian, mereka kembali merilis album studionya sebagai album keenam mereka yang diberi judul Worlds Collide pada tanggal 17 September 2007 dengan menyertakan lagu David Bowie, “Heroes” dalam bahasa Jerman. Single pertama Apocalyptica dalam album ini “I’m Not Jesus” dibantu oleh vokalis Slipknot, Corey Taylor serta Stone Sour menempatkan album tersebut di jajaran 10 teratas untuk chart Active Rocks dan Alternative Rocks.
Pada tahun 2008 single Apocalyptica featuring Adam Gontier yang berjudul “I Don’t Care” menembus posisi rangking 1 dalam Billboard rock chart dan menjadikan Apocalyptica sebagai band Finlandia pertama yang masuk kedalam US charts. Single “I Don’t Care” juga muncul dalam episode ke-16 season 8 drama televisi Smallville, yang tayang pada tanggal 19 Maret 2009.
Apocalyptica  tidak hanya mengajak vokalis pria, namun mereka juga melakukan eksperimen dengan mengajak dua orang vokalis wanita yaitu Lacey Mosley dari Flyleaf untuk mengisi single kedua mereka yang diberi judul “Broken Pieces” serta Christina Scabbia vokalis Lacuna Coil  asal Italia dalam single “S.O.S (Anything But Love)”. Apocalyptica mempercayakan Brent Smith untuk mengisi single ketiga yang dirilis yaitu “Not Strong Enough”. Namun karena adanya pembatasan pendistribusian vokal Brent Smith, maka single “Not Strong Enough” direkam ulang dengan mengajak Doug Robb dari Hoobastank dan “Not Strong Enough” yang direkam ulang ini dirilis pada tanggal 18 Januari 2011 di radio-radio di Amerika Serikat.
Pada saat tulisan ini diturunkan, Apocalyptica sedang sibuk melakukan tour Amerika Selatannya, dimana mereka selalu mendapatkan sambutan hangat di setiap negara atau kota yang mereka hampiri.

Apa yang membuat Apocalyptica berbeda?
Jelas, karena pemilihan alat musik yang bisa dibilang nyentrik kalau tidak mau disebut kontroversial dalam “dunia” musik rock. Namun karena hal itu tersebutlah, Apocalyptica menempatkan dirinya sebagai band papan atas dengan kemampuan musikalitas yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain itu, bisa dibilang nuansa musik band-band rock Eropa memang lebih ‘kaya’ jika dibandingkan dengan band-band rock asal Amerika pada umumnya. Efek suara yang megah, paduan suara, serta banyaknya unsur string yang dimasukan dalam komposisi lagu mereka, serta dipadankan dengan lirik yang kelam dan berat, membuat band-band asal Eropa ini patut diacungi 4 jempol sekaligus.
Jika sudah bosan dengan band rock yang menampilkan musik yang ‘itu-itu saja’, maka coba dengarkan Apocalyptica dan rasakan menonton konser klasik dengan efek rock. Atau konser rock dengan efek klasik?

0 comments:

Cute Blue Flying ButterflyLight Blue PointerVanisher